Lapisan Tipis SiO2 Oksida Termal untuk Wafer Silikon 4 inci 6 inci 8 inci 12 inci
Pengenalan kotak wafer
Proses utama pembuatan wafer silikon teroksidasi biasanya meliputi langkah-langkah berikut: pertumbuhan silikon monokristalin, pemotongan menjadi wafer, pemolesan, pembersihan, dan oksidasi.
Pertumbuhan silikon monokristalin: Pertama, silikon monokristalin ditumbuhkan pada suhu tinggi dengan metode seperti metode Czochralski atau metode Float-zone. Metode ini memungkinkan pembuatan kristal tunggal silikon dengan kemurnian dan integritas kisi yang tinggi.
Pemotongan: Silikon monokristalin yang telah tumbuh biasanya berbentuk silinder dan perlu dipotong menjadi lempengan tipis untuk digunakan sebagai substrat lempengan. Pemotongan biasanya dilakukan dengan pemotong berlian.
Pemolesan: Permukaan wafer yang telah dipotong mungkin tidak rata dan memerlukan pemolesan kimia-mekanis untuk mendapatkan permukaan yang halus.
Pembersihan: Wafer yang telah dipoles dibersihkan untuk menghilangkan kotoran dan debu.
Oksidasi: Terakhir, wafer silikon dimasukkan ke dalam tungku bersuhu tinggi untuk perlakuan oksidasi guna membentuk lapisan pelindung silikon dioksida untuk meningkatkan sifat listrik dan kekuatan mekaniknya, serta berfungsi sebagai lapisan isolasi dalam sirkuit terpadu.
Penggunaan utama wafer silikon teroksidasi meliputi pembuatan sirkuit terpadu, pembuatan sel surya, dan pembuatan perangkat elektronik lainnya. Wafer silikon oksida banyak digunakan di bidang material semikonduktor karena sifat mekaniknya yang sangat baik, stabilitas dimensi dan kimia, kemampuan untuk beroperasi pada suhu dan tekanan tinggi, serta sifat isolasi dan optik yang baik.
Keunggulannya meliputi struktur kristal yang lengkap, komposisi kimia yang murni, dimensi yang tepat, sifat mekanik yang baik, dan lain sebagainya. Fitur-fitur ini menjadikan wafer silikon oksida sangat cocok untuk pembuatan sirkuit terpadu berkinerja tinggi dan perangkat mikroelektronik lainnya.
Diagram Terperinci



