Prinsip, Proses, Metode, dan Peralatan untuk Pembersihan Wafer

Pembersihan basah (Wet Clean) adalah salah satu langkah penting dalam proses manufaktur semikonduktor, yang bertujuan untuk menghilangkan berbagai kontaminan dari permukaan wafer agar langkah-langkah proses selanjutnya dapat dilakukan pada permukaan yang bersih.

1 (1)

Seiring dengan terus menyusutnya ukuran perangkat semikonduktor dan meningkatnya persyaratan presisi, tuntutan teknis dari proses pembersihan wafer menjadi semakin ketat. Bahkan partikel terkecil, material organik, ion logam, atau residu oksida pada permukaan wafer dapat secara signifikan memengaruhi kinerja perangkat, sehingga memengaruhi hasil dan keandalan perangkat semikonduktor.

Prinsip-prinsip Dasar Pembersihan Wafer

Inti dari pembersihan wafer terletak pada penghapusan berbagai kontaminan dari permukaan wafer secara efektif melalui metode fisik, kimia, dan lainnya untuk memastikan bahwa wafer memiliki permukaan yang bersih dan sesuai untuk pemrosesan selanjutnya.

1 (2)

Jenis Kontaminasi

Pengaruh Utama pada Karakteristik Perangkat

Kontaminasi Artikel  

Cacat pola

 

 

Cacat implantasi ion

 

 

Cacat kerusakan lapisan isolasi

 

Kontaminasi Logam Logam Alkali  

Ketidakstabilan transistor MOS

 

 

Kerusakan/degradasi lapisan oksida gerbang

 

Logam Berat  

Peningkatan arus bocor balik sambungan PN

 

 

Cacat kerusakan lapisan oksida gerbang

 

 

Penurunan masa hidup pembawa muatan minoritas

 

 

Pembentukan cacat lapisan eksitasi oksida

 

Kontaminasi Kimia Bahan Organik  

Cacat kerusakan lapisan oksida gerbang

 

 

Variasi film CVD (waktu inkubasi)

 

 

Variasi ketebalan lapisan oksida termal (oksidasi dipercepat)

 

 

Kemunculan kabut (wafer, lensa, cermin, masker, retikel)

 

Dopan Anorganik (B, P)  

Transistor MOS Vth bergeser

 

 

Variasi resistansi substrat Si dan lembaran polisilikon berresistansi tinggi.

 

Basa Anorganik (amina, amonia) & Asam (SOx)  

Penurunan resolusi resist kimia yang diperkuat

 

 

Terjadinya kontaminasi partikel dan kabut akibat pembentukan garam.

 

Lapisan Oksida Alami dan Kimiawi Akibat Kelembapan dan Udara  

Peningkatan resistansi kontak

 

 

Kerusakan/degradasi lapisan oksida gerbang

 

Secara spesifik, tujuan dari proses pembersihan wafer meliputi:

Penghilangan Partikel: Menggunakan metode fisik atau kimia untuk menghilangkan partikel kecil yang menempel pada permukaan wafer. Partikel yang lebih kecil lebih sulit dihilangkan karena gaya elektrostatik yang kuat antara partikel tersebut dan permukaan wafer, sehingga memerlukan perlakuan khusus.

Penghilangan Material Organik: Kontaminan organik seperti lemak dan residu photoresist dapat menempel pada permukaan wafer. Kontaminan ini biasanya dihilangkan menggunakan zat pengoksidasi kuat atau pelarut.

Penghilangan Ion Logam: Residu ion logam pada permukaan wafer dapat menurunkan kinerja listrik dan bahkan memengaruhi langkah-langkah pemrosesan selanjutnya. Oleh karena itu, larutan kimia khusus digunakan untuk menghilangkan ion-ion ini.

Penghilangan Oksida: Beberapa proses memerlukan permukaan wafer yang bebas dari lapisan oksida, seperti silikon oksida. Dalam kasus tersebut, lapisan oksida alami perlu dihilangkan selama langkah-langkah pembersihan tertentu.

Tantangan teknologi pembersihan wafer terletak pada bagaimana menghilangkan kontaminan secara efisien tanpa berdampak buruk pada permukaan wafer, seperti mencegah pengasaran permukaan, korosi, atau kerusakan fisik lainnya.

2. Alur Proses Pembersihan Wafer

Proses pembersihan wafer biasanya melibatkan beberapa langkah untuk memastikan penghapusan kontaminan secara menyeluruh dan mencapai permukaan yang benar-benar bersih.

1 (3)

Gambar: Perbandingan Antara Pembersihan Tipe Batch dan Pembersihan Wafer Tunggal

Proses pembersihan wafer pada umumnya mencakup langkah-langkah utama berikut:

1. Pra-Pembersihan (Pre-Clean)

Tujuan pra-pembersihan adalah untuk menghilangkan kontaminan lepas dan partikel besar dari permukaan wafer, yang biasanya dicapai melalui pembilasan dengan air deionisasi (DI Water) dan pembersihan ultrasonik. Air deionisasi dapat menghilangkan partikel dan kotoran terlarut dari permukaan wafer, sementara pembersihan ultrasonik memanfaatkan efek kavitasi untuk memutus ikatan antara partikel dan permukaan wafer, sehingga lebih mudah untuk dilepaskan.

2. Pembersihan Kimia

Pembersihan kimia adalah salah satu langkah inti dalam proses pembersihan wafer, menggunakan larutan kimia untuk menghilangkan material organik, ion logam, dan oksida dari permukaan wafer.

Penghilangan Bahan Organik: Biasanya, aseton atau campuran amonia/peroksida (SC-1) digunakan untuk melarutkan dan mengoksidasi kontaminan organik. Rasio tipikal untuk larutan SC-1 adalah NH₄OH

₂O₂

₂O = 1:1:5, dengan suhu kerja sekitar 20°C.

Penghilangan Ion Logam: Asam nitrat atau campuran asam klorida/peroksida (SC-2) digunakan untuk menghilangkan ion logam dari permukaan wafer. Rasio tipikal untuk larutan SC-2 adalah HCl

₂O₂

₂O = 1:1:6, dengan suhu dijaga sekitar 80°C.

Penghilangan Oksida: Dalam beberapa proses, penghilangan lapisan oksida alami dari permukaan wafer diperlukan, di mana larutan asam fluorida (HF) digunakan. Rasio tipikal untuk larutan HF adalah HF

₂O = 1:50, dan dapat digunakan pada suhu ruangan.

3. Pembersihan Akhir

Setelah pembersihan kimia, wafer biasanya menjalani langkah pembersihan akhir untuk memastikan tidak ada residu kimia yang tersisa di permukaan. Pembersihan akhir terutama menggunakan air deionisasi untuk pembilasan menyeluruh. Selain itu, pembersihan air ozon (O₃/H₂O) digunakan untuk menghilangkan lebih lanjut kontaminan yang tersisa dari permukaan wafer.

4. Pengeringan

Wafer yang telah dibersihkan harus segera dikeringkan untuk mencegah munculnya noda air atau menempelnya kembali kontaminan. Metode pengeringan yang umum meliputi pengeringan putar (spin drying) dan pembersihan dengan nitrogen (nitrogen purging). Metode pertama menghilangkan kelembapan dari permukaan wafer dengan memutarnya pada kecepatan tinggi, sedangkan metode kedua memastikan pengeringan sempurna dengan meniupkan gas nitrogen kering ke seluruh permukaan wafer.

Kontaminan

Nama Prosedur Pembersihan

Deskripsi Campuran Kimia

Bahan kimia

       
Partikel Piranha (SPM) Asam sulfat/hidrogen peroksida/air deionisasi H2SO4/H2O2/H2O 3-4:1; 90°C
SC-1 (APM) Amonium hidroksida/hidrogen peroksida/air deionisasi NH4OH/H2O2/H2O 1:4:20; 80°C
Logam (bukan tembaga) SC-2 (HPM) Asam klorida/hidrogen peroksida/air deionisasi HCl/H2O2/H2O 1:1:6; 85°C
Piranha (SPM) Asam sulfat/hidrogen peroksida/air deionisasi H2SO4/H2O2/H2O3-4:1; 90°C
DHF Asam fluorida encer/air deionisasi (tidak akan menghilangkan tembaga) HF/H2O 1:50
Organik Piranha (SPM) Asam sulfat/hidrogen peroksida/air deionisasi H2SO4/H2O2/H2O 3-4:1; 90°C
SC-1 (APM) Amonium hidroksida/hidrogen peroksida/air deionisasi NH4OH/H2O2/H2O 1:4:20; 80°C
DIO3 Ozon dalam air deionisasi Campuran O3/H2O yang Dioptimalkan
Oksida Alami DHF Asam fluorida encer/air deionisasi HF/H2O 1:100
BHF Asam hidrofluorida yang dibuffer NH4F/HF/H2O

3. Metode Umum Pembersihan Wafer

1. Metode Pembersihan RCA

Metode pembersihan RCA adalah salah satu teknik pembersihan wafer paling klasik di industri semikonduktor, yang dikembangkan oleh RCA Corporation lebih dari 40 tahun yang lalu. Metode ini terutama digunakan untuk menghilangkan kontaminan organik dan pengotor ion logam dan dapat diselesaikan dalam dua langkah: SC-1 (Standard Clean 1) dan SC-2 (Standard Clean 2).

Pembersihan SC-1: Langkah ini terutama digunakan untuk menghilangkan kontaminan organik dan partikel. Larutannya merupakan campuran amonia, hidrogen peroksida, dan air, yang membentuk lapisan tipis silikon oksida pada permukaan wafer.

Pembersihan SC-2: Langkah ini terutama digunakan untuk menghilangkan kontaminan ion logam, menggunakan campuran asam klorida, hidrogen peroksida, dan air. Proses ini meninggalkan lapisan pasivasi tipis pada permukaan wafer untuk mencegah kontaminasi ulang.

1 (4)

2. Metode Pembersihan Piranha (Piranha Etch Clean)

Metode pembersihan Piranha adalah teknik yang sangat efektif untuk menghilangkan material organik, menggunakan campuran asam sulfat dan hidrogen peroksida, biasanya dengan rasio 3:1 atau 4:1. Karena sifat oksidatif larutan ini yang sangat kuat, ia dapat menghilangkan sejumlah besar materi organik dan kontaminan yang membandel. Metode ini membutuhkan kontrol kondisi yang ketat, terutama dalam hal suhu dan konsentrasi, untuk menghindari kerusakan pada wafer.

1 (5)

Pembersihan ultrasonik menggunakan efek kavitasi yang dihasilkan oleh gelombang suara frekuensi tinggi dalam cairan untuk menghilangkan kontaminan dari permukaan wafer. Dibandingkan dengan pembersihan ultrasonik tradisional, pembersihan megasonik beroperasi pada frekuensi yang lebih tinggi, memungkinkan penghilangan partikel berukuran sub-mikron yang lebih efisien tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaan wafer.

1 (6)

4. Pembersihan Ozon

Teknologi pembersihan ozon memanfaatkan sifat oksidasi kuat ozon untuk menguraikan dan menghilangkan kontaminan organik dari permukaan wafer, yang pada akhirnya mengubahnya menjadi karbon dioksida dan air yang tidak berbahaya. Metode ini tidak memerlukan penggunaan reagen kimia yang mahal dan menyebabkan polusi lingkungan yang lebih sedikit, menjadikannya teknologi baru di bidang pembersihan wafer.

1 (7)

4. Peralatan Proses Pembersihan Wafer

Untuk memastikan efisiensi dan keamanan proses pembersihan wafer, berbagai peralatan pembersihan canggih digunakan dalam manufaktur semikonduktor. Jenis-jenis utamanya meliputi:

1. Peralatan Pembersihan Basah

Peralatan pembersihan basah meliputi berbagai tangki perendaman, tangki pembersihan ultrasonik, dan pengering putar. Perangkat ini menggabungkan gaya mekanis dan reagen kimia untuk menghilangkan kontaminan dari permukaan wafer. Tangki perendaman biasanya dilengkapi dengan sistem pengontrol suhu untuk memastikan stabilitas dan efektivitas larutan kimia.

2. Peralatan Cuci Kering

Peralatan dry cleaning terutama mencakup pembersih plasma, yang menggunakan partikel berenergi tinggi dalam plasma untuk bereaksi dengan dan menghilangkan residu dari permukaan wafer. Pembersihan plasma sangat cocok untuk proses yang membutuhkan pemeliharaan integritas permukaan tanpa menimbulkan residu kimia.

3. Sistem Pembersihan Otomatis

Seiring dengan terus berkembangnya produksi semikonduktor, sistem pembersihan otomatis telah menjadi pilihan utama untuk pembersihan wafer skala besar. Sistem ini seringkali mencakup mekanisme transfer otomatis, sistem pembersihan multi-tangki, dan sistem kontrol presisi untuk memastikan hasil pembersihan yang konsisten untuk setiap wafer.

5. Tren Masa Depan

Seiring dengan terus menyusutnya ukuran perangkat semikonduktor, teknologi pembersihan wafer terus berkembang menuju solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Teknologi pembersihan di masa depan akan berfokus pada:

Penghilangan Partikel Sub-nanometer: Teknologi pembersihan yang ada saat ini dapat menangani partikel skala nanometer, tetapi dengan pengurangan ukuran perangkat lebih lanjut, menghilangkan partikel sub-nanometer akan menjadi tantangan baru.

Pembersihan Ramah Lingkungan: Mengurangi penggunaan bahan kimia yang merusak lingkungan dan mengembangkan metode pembersihan yang lebih ramah lingkungan, seperti pembersihan ozon dan pembersihan megasonik, akan menjadi semakin penting.

Tingkat Otomatisasi dan Kecerdasan yang Lebih Tinggi: Sistem cerdas akan memungkinkan pemantauan dan penyesuaian berbagai parameter secara real-time selama proses pembersihan, sehingga semakin meningkatkan efektivitas pembersihan dan efisiensi produksi.

Teknologi pembersihan wafer, sebagai langkah penting dalam manufaktur semikonduktor, memainkan peran vital dalam memastikan permukaan wafer yang bersih untuk proses selanjutnya. Kombinasi berbagai metode pembersihan secara efektif menghilangkan kontaminan, menyediakan permukaan substrat yang bersih untuk langkah selanjutnya. Seiring kemajuan teknologi, proses pembersihan akan terus dioptimalkan untuk memenuhi tuntutan presisi yang lebih tinggi dan tingkat cacat yang lebih rendah dalam manufaktur semikonduktor.


Waktu posting: 08-Oktober-2024